Resume Basis Data

DDL

DDL atau Data Definition Language adalah kumpulan perintah SQL yang dapat digunakan untuk membuat dan mengubah struktur dan definisi tipe data dari objek-objek database seperti tabel, index, trigger, view, dan lain-lain.

Contoh perintah DDL :

  • Membuat tabel

CREATE TABLE
Digunakan untuk membuat tabel. Syntax umumnya sebagai berikut :

CREATE TABLE [schema, ] table
( column datatype [DEFAULT expr][,...]);
  • Menghapus tabel

DROP TABLE

Digunakan untuk melakukan penghapusan tabel. Melakukan penghapusan table dengan perintah DROP, berarti mengerjakan hal berikut :

Semua data dan struktur dari table akan dihapus Semua transaksi pending akan di-commit Semua indeks akan dihapus Perintah drop ini tidak bisa di-rollback Sebagai contoh, jika kita ingin menghapus tabel dept, maka yang harus dilakukan adalah :

DROP TABLE dept;
  • Menambah /menghapus kolom
  • Statemen ALTER TABLE digunakan untuk :
    ~ Menambahkan kolom baru
    Untuk menambah kolom baru, syntax umumnya sebagai berikut :
ALTER TABLE table
ADD         (column datatype [DEFAULT expr]
 [, column datatype]...);

~ Memodifikasi kolom yang sudah ada

Kita dapat memodifikasi kolom dengan mengubah tipe datanya, ukuran dan nilai defaultnya.
Sintaks dari perintah ALTER TABLE untuk memodifikasi kolom sebagai berikut :

ALTER TABLE table
MODIFY      (column datatype [DEFAULT expr]
 [, column datatype] ... );

Contoh :

ALTER TABLE dept
MODIFY       (dname VARCHAR2(30));

View adalah tabel bayangan. Tidak menyimpan data secara fisik. Biasanya berupa hasil query dari tabel-tabel dalam sebuah database. Syntax untuk melakuakn VIEW adalah :

CREATE VIEW <namaTabel> AS
 <SQLQuery>

Trigger adalah sebuah obyek dalam database yang berupa prosedur yang merespon setiap kali terdapat proses modifikasi pada tabel. Proses modifikasi berupa: Insert, Update dan delete. Syntax pembuatan Trigger:

CREATE TRIGGER <namaTrigger> ON TABLE <namaTabel>
FOR [DELETE] [,] [INSERT] [,] [UPDATE]
AS <perintahSQL>

Contoh perintah DML :

  • Penambahan data pada sebuah tabel

Syntax:

INSERT INTO nama_tabel(field ke-1, ….. field ke-n)
VALUES(nilai_field_ke-1, …. nilai_field_ke-n);
  • Pembaruan data  pada sebuah tabel

Syntax:

UPDATE nama_tabel
SET nama_field = data_baru
WHERE nama_field = data_lama;
  • Penghapusan data pada sebuah tabel

Syntax:

DELETE FROM nama_tabel
[ WHERE kondisi];

 

  • Pemilihan data dari satu atau beberapa tabel

Syntax :

SELECT [DISTINCT] select_list
FROM table_source
[WHERE search_condition]
[GROUP BY group_by_expression]
[HAVING search_condition]
[ORDER BY order_expression [ASC | DESC] ]

ERD (Entitas Relationship Diagram)

Penjelasan Tentang ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut salah satu para ahli, Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk database.
Atau pengertian sempitnya adalah sebuah konsep yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan (database) dan didasarkan pada persepsi dari sebuah dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek yaitu disebut sebagai entity dan hubungan atau relasi antar objek- objek tersebut.

Penjelasan Komponen ERD Beserta Simbolnya

14 - 1

Dalam pembentukan ERD terdapat 3 komponen yang akan dibentuk yaitu :
Entitas : Entitas merupakan mengenai basis data yaitu suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Pengertian lainnya menurut Brady dan Loonam (2010), entitas adalah objek yang menarik di bidang organisasi yang dimodelkan.
Contoh : Mahasiswa, Kartu Anggota Perpustakaan (KAP), dan Buku.
Hubungan (relasi/relationship) : Suatu hubungan adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas.
Contoh : Mahasiswa mendaftar sebagai anggota perpustakaan (KAP), relasinya adalah mendaftar.
Atribut : Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas. Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data.Jenis-jenis atribut :
*Atribut Key = adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data ( Row/Record ) dalam tabel secara unik. Dikatakan unik jika pada atribut yang dijadikan key tidak boleh ada baris data dengan nilai yang sama.
Contoh : Nomor pokok mahasiswa (NPM), NIM dan nomor pokok lainnya
*Atribut simple = Atribut yang bernilai atomic, tidak dapat dipecah/ dipilah lagi
Contoh : Alamat, penerbit, tahun terbit, judul buku.
*Atribut Multivalue = Nilai dari suatu attribute yang mempunyai lebih dari satu (multivalue) nilai dari atrribute yang bersangkutan.
Contoh : dari sebuah buku, yaitu terdapat beberapa pengarang.
*Atribut Composite = Atribut composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu yang masih bisah dipecah lagi atau mempunyai sub attribute.
Contoh : dari entitas nama yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang
*Atribut Derivatif = Atribut yang tidak harus disimpan dalam database Ex. Total. atau atribut yang dihasilkan dari atribut lain atau dari suatu relationship. Atribut ini dilambangkan dengan bentuk oval yang bergaris putus-putus

Derajat Relasi atau Kardinalitas ERD

Menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya
One to One (1:1)
Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.

14 - 1

One to many (1:M / Many)
Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.

14 - 2

Many to Many (M:M)
Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya

14 - 1

Tahapan ERD

14 - 1

DML (Data Manipulation Language )

DML atau Data Manipulation Language adalah kumpulan perintah SQL yang berhubungan dengan pekerjaan mengolah data di dalam table.

Definisi lainnya tentang DML adalah Perintah-perintah untuk memanipulasi data pada basis data, misalnya perintah untuk memilih data (query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.

Bentuk manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah untuk keperluan pencarian kembali data lama, penyisipan data baru, penghapusan data, pengubahan data, dll. Sedangkan DML sendiri menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu procedural dan non procedural.

Beberapa manfaat atau kegunaan dari DLL diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data
  2. Penyisipan informasi baru ke basis data
  3. Penghapusan informasi dari basis data
  4. Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data
  5. Query adalah perintah yang ditulis untuk mengambil informasi. Bagian dari DML yang menangani pengambilan informasi ini disebut bahasa query.

Selanjutnya kita akan membahasa tentang sintaks dan contoh dari penggunaan DML, yaitu :

  1. Insert
    è Berfungsi Untuk memasukkan sejumlah data kedalam table yang telah dibuat.
    Syntax:
    insert into table_name (column1, column2, …, column_n)
    values (value1, value2, …, value_n);
    Contoh:
    insert into mahasiswa (nrp,nama)
    values (‘5106100032′, ‘Fajri Aryuanda’);
  2. Delete
    è Berfungsi untuk menghapus sejumlah data yang ada didalam table yang telah dibuat.
    Syntax:
    delete table_name where column_name=column_content;
    Contoh:
    delete mahasiswa where nrp=’5106100032′;
  3. Update
    è Berfungsi untuk melakukan perubahan terhadap sejumlah data yang ada didalam table yang telah dibuat.Syntax:
    update table_name
    set column1_name=column1_content
    where column2_name=column2_content;
    Contoh:
    update mahasiswa
    set nama=’Fajri Aryuanda’, alamat=’U-144′
    where nrp=’5106100032′;
  4. Select
    è Berfungsi untuk melakukan pengambilan sejumlah data yang ada di dalam table untuk ditampilkan ataupun dimanipulasi
    Syntax:
    Select column from table_name
    Contoh:
    Select * from mahasiswa;


    AGREGASI DATABASE

    Agregasi dalam SQL merupakan proses untuk mendapatkan nilai dari sekumpulan data yang telah
    dikelompokkan. Pengelompokan data didasarkan pada kolom atau kombinasi kolom yang dipilih.
    Beberapa fungsi untuk agregasi adalah:
    1. MAX : mencari data terbesar dari sekelompok data
    2. MIN : mencari data terkecil dari sekelompok data
    3. COUNT : mencari cacah data (data NULL tidak akan dimasukkan dalam perhitungan,kecuali disebutkan secara khusus)
    4. SUM : mencari jumlah dari sekumpulan data numeris
    5. AVG : mencari rerata dari sekumpulan data numeris

    Sintaks SQL untuk melakukan pengelompokan adalah:

    SELECT [daftar-kolom-non-agregasi,] daftar-kolom-agregasi
    FROM daftar-tabel
    [WHERE kondisi-record-dalam-tabel]
    [GROUP BY daftar-kolom-agregasi]
    [HAVING kodisi-filter-hasil-agregasi]
    [ORDER BY daftar-kolom-pengurutan]

    Mengurutkan Data dengan ORDER BY
    Mengurutkan data ascending maupun descending

    select*from mhs order by nim asc;
    
    select*from mhs order by nim desc;
    

    Mengelompokkan data dengan GROUP BY
    Ingin mengelompokkan data berdasarkan kota

    select kota from mhs group by kota;
    

    Menentukan kondisi pada GROUP BY
    Perintah having hanya dapat digunakan jika group by di gunakan.
    contoh :
    akan dikelompokkan data pegawai berdasarkan pekerjaan, kecuali pegawai yang pekerjaanya ‘tukang sapu’

    select pekerjaan from pegawai group by pekerjaan having pekerjaan > 'tukang sapu' ;
    

    Menggunakan Fungsi Agregasi
    Fungsi agregrasi adalah fungsi yang disediakan oleh MySQL untuk menghasilkan sebuah nilai berdasarkan sejumlah data. Adapun beberapa fungsi agregasi pada MySQL adalah :
    AVG -> Rata-rata
    COUNT -> Jumlah Data
    MAX -> Terbesar
    MIN -> Terkecil
    SUM -> Jumlah Nilai
    Fungsi AVG
    menghitung rata-rata gaji pegawai

    select avg(gaji) from pegawai;
    

    menghitung rata-rata pegawai per pekerjaan

    select pekerjaan, avg(gaji) from pegawai group by pekerjaan;
    

    menghitung rata-rata gaji pegawai yang pekerjaannya SALESMAN

    select pekerjaan,avg(gaji) from pegawai group by pekerjaan having job='salesman';
    

    Fungsi COUNT
    menghapus jumlah pegawai di tabel begawai.

    select count(*) from pegawai;
    

    menghitung jumlah pegawai per pekerjaan

    select pekerjaan,count(*) from pegawai group by pekerjaan;
    

    Fungsi MAX
    menampilkan informasi gaji terbesar

    select max(gaji) from pegawai;
    

    menampilkan informasi gaji terbesar pegawai per pekerjaan.

    select pekerjaan, max(gaji) from pegawai group by pekerjaan;
    

    Fungsi MIN
    menampilkan informasi gaji terkecil

    select min(gaji) from pegawai;
    

    menampilkan informasi gaji terkecil pegawai per pekerjaan.

    select pekerjaan, min(gaji) from pegawai group by pekerjaan;
    

    Fungsi SUM
    menghitung total gaji pegawai.

    select sum(gaji) from pegawai;
    

    menghitung jumlah gaji pegawai per pekerjaan dengan tampilan urut naik berdasarkan pekerjaan.

    select pekerjaan, sum(gaji) from pegawai group by pekerjaan order by pekerjaan asc;
    

    menghitung jumlah gaji pegawai per pekerjaan dengan tampilan urut menurun berdasarkan jumlah gaji.

    select pekerjaan, sum(gaji) as bayaran from pegawai group by pekerjaan order by bayaran desc;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *